Selasa, Februari 20, 2024

Sirkuit Mandalika Merugi, Ini Penyebabnya!

Berita Terkait

GaluhPro.com– Sirkuit Mandalika di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan Holding BUMN Pariwisata PT Aviasi Pariwisata BUMN (Persero) alias InJourney  masih merugi. 

Kabarnya, penyelenggaraan World Superbike (WSBK) menjadi salah satu penyebab kerugian terbesar. 

Penyebab Kerugian Sirkuit Mandalika

Dalam pengakuan sang Direktur Utama InJourney, Doni Oskaria, gelaran balap WSBK tersebut menimbulkan kerugian mencapai Rp 100 miliar. 

Sebab ajang balap motor tersebut tidak mampu menarik minat investor sebagai sponsor. 

Oleh karena itu, InJourney berniat bernegosiasi untuk menghilangkan WSBK dari agenda acara mereka.

“WSBK ini menunjukkan kerugian, sehingga apa yang kami lakukan adalah kami akan bernegosiasi untuk menghilangkan WSBK ini,” kata Doni pada rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI pada Rabu (14/6/2023).

Menurut Doni Oskaria dengan menghilangkan penyelenggaraan WSBK, perusahaan akan mendapatkan bantuan dalam mengurangi beban perusahaan. 

Pasalnya, kerugian tersebut tidak akan terus membengkak setiap tahun jika event tersebut berhenti.

“Nanti WSBK ini akan turun, akan kita hilangkan, sehingga tidak muncul biaya dalam penyelenggaraan WSBK yang memang tidak menarik bagi sponsorship,” ungkap Doni.

Selain WSBK, penyelenggaraan ajang MotoGP juga ikut andil dalam kerugian perusahaan. 

Penyebab kerugian tersebut karena pemasukan dari iklan dan sumber lain yang lebih kecil ketimbang biaya operasionalnya. 

Menurut perhitungan InJourney, kerugian akibat penyelenggaraan MotoGP mencapai Rp 50 miliar. 

Meski demikian acara MotoGP masih cukup menarik bagi sponsor sehingga tetap bisa berlangsung.

“MotoGP sudah kami hitung dan kami memiliki kesenjangan sekitar Rp50 miliar. Kami sedang mencari cara untuk mendapatkan sponsor tambahan guna menutupi kesenjangan ini, agar masalah ini dapat dikurangi di kawasan Mandalika,” jelas Doni.

Langkah-langkah tersebut merupakan salah satu strategi untuk mengurangi utang pengembangan kawasan pariwisata Mandalika, yang saat ini mencapai Rp4,6 triliun. 

Utang tersebut terbagi menjadi kewajiban pembayaran jangka pendek sebesar Rp1,2 triliun dan jangka panjang Rp3,4 triliun.

Adapun untuk memenuhi kewajiban pembayaran jangka pendek, InJourney melalui PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) meminta Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah sebesar Rp1,19 triliun. 

Ada rencana alokasi dana sekitar Rp 1,05 triliun dari jumlah tersebut untuk membayar utang kawasan yang juga mencakup sirkuit balap tersebut. (GaluhPro/Dianti Rahayu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
Berita Terpopuler

Nama 11 Pemain yang Mendapat Panggilan Timnas Indonesia untuk Menghadapi Turkmenistan Terungkap

GaluhPro.com- Nama 11 pemain mendapat panggilan Timnas Indonesia dalam pertandingan melawan Turkmenistan September mendatang sudah terungkap.  Pihak klub yang mengumumkan...
- Advertisement -

Berita Terkait