Selasa, Februari 20, 2024

Proses Audit Keuangan PSSI, Sulit Temukan Kejelasan Laporan Keuangan dari Tahun 2017 -2019

Berita Terkait

GaluhPro.com – Proses audit keuangan PSSI sudah mulai berjalan dengan menginvestigasi laporan keunagan mulai dari tahun 2017 hingga saat ini.

Sebagai informasi, Katua Umum PSSI, Erick Thohir telah menunjuk Firma jasa profesional multinasional yang berpusat di London, Ernst & Young, Jumat (21/4/2023).

Hal tersebut ia lakukan untuk melakukan bersih-bersih atau mengadakan audit forensik atas pencatatn keuangan PSSI.

Pemeriksaan itu muncul setelah ramainya polemik mengenai hadiah uang bagi jaura BRI Liga 1 musim 2022-2023.

Saat itu yang juaranya PSM Makassar, pada awalnya tidak mendapatkan hadiah uang. Namun setelah menjadi ramai pemberitaan, baru Pihak PT LIB memberikannya.

Direktur PT. LIB, Ferry Paulus mengatakan, tidak adanya hadiah uang untuk juara karena pihaknya sudah memberikan uang kepada masing-masing klub.

Menurut penjelasannya hal tersebut telah menjadi kesepakan antara PT. LIB dengan klub sejak tahun 2018 hingga 2023.

Akan tetapi agar mendapatkan kepastian, akhirnya Erick Thohir berinisiatif untuk melakukan audit agar mendapat kejelasan yang benar.

Baca Juga: Erick Thohir Tunjuk Ernst & Young untuk Audit Keuangan PSSI

Proses Audit Keuangan PSSI, Kejelasan Masih Abu-Abu

Firma Ernst & Young melakukan audit keuangan PSSI, mulai dari Era Edy Rahmayadi, Joko Driyono, Iwan Budiyanto, Mochamad Iriawan, hingga Erick Thohir.

Pihak pengaudit, Ernst & Young mulai meninjau pembukuan badan sepak bola nasional sejak bulan April 2023 lalu.

Dalam melakukan audit, terdapat kesulitan menemukan laporan keuangan. Sebab mulai dari pembukuan, pengumpulan data keluar masuk dana secara terperinci itu masih abu-abu.

“Dari review internal kami, di periode 2017-2019, tidak tercatat sama sekali pembukuannya, sehingga PSSI harus menggunakan jasa IT untuk mendapatkan data-data dari e-mail bagian keuangan periode tersebut.”

“Ada beberapa data fisik namun tidak jelas. Misalnya, ada pengeluaran cek, namun tidak ada perinciannya,” kata Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga dikutip dari laman CNN Indonesia (10/5).

Selanjutnya dalam dokumen laporan tahun 2019 hingga 2023, sudah mulai tertata dari mulai transaksional dan prosedur pengeluaran dana.

Akan tetapi pembukuan akuntasi masih manual. Periode tersebut tidak menggunakan sistem akuntasi apapun.

Kelanjutannya masih terus mendapatkan proses audit oleh Ernst & Young. Hal tersebut terus dilakukan agar PSSI menjadi organisasi terbuka, transparan dan akuntable. (GaluhPro/Seva)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
Berita Terpopuler

Nama 11 Pemain yang Mendapat Panggilan Timnas Indonesia untuk Menghadapi Turkmenistan Terungkap

GaluhPro.com- Nama 11 pemain mendapat panggilan Timnas Indonesia dalam pertandingan melawan Turkmenistan September mendatang sudah terungkap.  Pihak klub yang mengumumkan...
- Advertisement -

Berita Terkait